Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Iran Disebut Bidik Jalur Maritim Indonesia, Selat Malaka hingga Pelabuhan Tanjung Priok

0 A Indonesia dalam Sorotan Maritim Iran

HERO JURNAL MEDIA,- JAKARTA — Indonesia disebut masuk dalam perhatian jaringan intelijen Iran terkait dugaan rencana operasi maritim di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.

Laporan mengenai rencana tersebut menyebut sejumlah jalur pelayaran penting di Indonesia, termasuk Selat Malaka dan Selat Bangka. Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta juga diklaim masuk dalam daftar lokasi yang menjadi perhatian.

Informasi itu diberitakan Iran International, yang berbasis di London, dengan mengutip dua sumber yang disebut mengetahui aktivitas Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC.

Menurut laporan tersebut, Unit 4000 yang merupakan bagian dari struktur operasi khusus Organisasi Intelijen IRGC disebut tengah menyiapkan skema untuk memperluas aktivitas maritim Iran ke wilayah Asia.

Kapal Komersial hingga Pelabuhan Strategis Disebut Jadi Sasaran

Dalam laporan yang beredar, operasi tersebut tidak hanya diarahkan terhadap kapal militer. Kapal komersial dan kapal pribadi yang melintas di jalur perairan strategis juga disebut berpotensi menjadi sasaran.

Dua wilayah perairan Indonesia yang disebut adalah Selat Malaka dan Selat Bangka. Keduanya memiliki posisi penting dalam lalu lintas perdagangan dan pelayaran internasional.

Selain jalur laut, Pelabuhan Tanjung Priok juga disebut dalam laporan tersebut.

Rencana serupa diklaim mencakup sejumlah pelabuhan di China, antara lain Ningbo-Zhoushan dan Shanghai.

Jika informasi tersebut terbukti benar, langkah itu akan menunjukkan perluasan wilayah operasi maritim Iran yang cukup jauh dari kawasan konflik utamanya di Timur Tengah.

Nama Komandan Unit 4000 Kembali Muncul

Laporan Iran International juga menyoroti sosok Brigadir Jenderal Rahman Moghaddam yang disebut sebagai komandan Unit 4000.

Sebelumnya, Moghaddam dilaporkan tewas dalam serangan Israel di Teheran pada 3 Maret. Otoritas keamanan Israel disebut mengidentifikasinya sebagai salah satu pejabat senior intelijen Iran.

Namun, informasi yang diperoleh Iran International menyebut Moghaddam masih hidup dan tetap menjalankan tugasnya.

Menurut laporan tersebut, ia kini disebut mengawasi pengembangan operasi maritim luar negeri Unit 4000.

Moghaddam disebut pernah menduduki posisi wakil koordinator di Organisasi Perlindungan dan Intelijen Kementerian Pertahanan Iran. Ia juga diklaim telah memimpin Unit 4000 selama sekitar tiga tahun.

Unit tersebut sebelumnya dikaitkan dengan berbagai operasi rahasia Iran di luar negeri, termasuk dugaan aksi sabotase dan pembunuhan terhadap pihak yang dianggap sebagai lawan Republik Islam Iran.

Indonesia Disebut Menjadi Salah Satu Pusat Perhatian

Indonesia mendapat Perhatian khusus dalam laporan tersebut. Aktivitas yang disebut sedang dipersiapkan diklaim akan banyak berpusat di wilayah Indonesia.

Selain jalur Selat Malaka dan Selat Bangka, Tanjung Priok disebut menjadi salah satu lokasi strategis yang diperhatikan.

Untuk menjalankan operasi di luar negeri, Unit 4000 juga disebut berupaya menggunakan jaringan warga non-Iran.

Menurut sumber yang dikutip Iran International, sejumlah calon agen diduga dibawa ke Iran untuk mendapatkan pelatihan sebelum kemudian ditempatkan dalam operasi di kawasan Asia.

Laporan tersebut juga menyebut adanya upaya perekrutan melalui individu yang memiliki hubungan dengan komunitas Syiah di Indonesia dan Thailand.

Dua nama dari Indonesia yang disebut dalam laporan itu adalah Zahir Yahya dan Abdullah Saqqaf. Sementara dari Thailand, nama Seyyed Momen Saketicha turut disebut.

Namun, penyebutan nama-nama tersebut dalam sebuah laporan media tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan mereka dalam operasi intelijen atau aksi yang direncanakan.

Ancaman Perluasan Konflik Sebelumnya Pernah Disampaikan Iran

Munculnya laporan mengenai dugaan operasi maritim di Asia tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta konflik yang melibatkan sejumlah kelompok yang memiliki hubungan dengan Teheran.

Iran selama ini memiliki kepentingan strategis di jalur pelayaran Timur Tengah, khususnya kawasan Selat Hormuz.

Sementara itu, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran juga sebelumnya menjadi perhatian internasional karena serangan terhadap lalu lintas kapal di sekitar Laut Merah dan Bab al-Mandab.

Dalam pernyataan yang dikutip dari CNN, Mohsen Rezaei pernah memperingatkan bahwa Iran dapat memperluas medan konflik apabila perang dan blokade laut terhadap negaranya terus berlangsung.

Pernyataan tersebut mencakup kemungkinan meluasnya konflik hingga Samudra Hindia, Bab al-Mandab, Laut Merah dan kawasan Mediterania.

Komandan Pasukan Quds, Esmail Qaani, pada periode yang hampir sama juga berbicara mengenai pembentukan jaringan atau “sabuk keamanan” yang menghubungkan sejumlah titik strategis dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab.

Informasi Masih Perlu Verifikasi

Laporan mengenai dugaan rencana Iran di Indonesia tersebut tentu menjadi perhatian karena menyangkut jalur perdagangan dan pelayaran internasional yang sangat strategis.

Selat Malaka, Selat Bangka dan Pelabuhan Tanjung Priok memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi dan logistik kawasan.

Meski demikian, informasi mengenai dugaan target kapal dan pelabuhan di Indonesia serta China belum dapat dianggap sebagai fakta yang telah terkonfirmasi.

Sejauh informasi dalam laporan tersebut, klaim itu masih bersumber dari Iran International yang mengutip dua sumber yang disebut mengetahui aktivitas Unit 4000. Belum ada konfirmasi independen yang memastikan bahwa rencana operasi tersebut benar-benar telah disiapkan atau akan dilaksanakan.

Karena itu, informasi tersebut perlu ditempatkan sebagai laporan intelijen yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut, bukan sebagai kepastian bahwa serangan terhadap wilayah Indonesia akan terjadi. (Ay88)

 

#Iran #IranIndonesia #SelatMalaka #TanjungPriok #IRGC #Unit4000 #OperasiMaritim #KeamananIndonesia #JalurPelayaran #AsiaTenggara #KonflikIran #BeritaInternasional

 

Sumber : (TribunStyle.com)

👁️ viewed 800